Nias, jejak budaya megalit di Nusantara

Walaupun  tgl. 2-06-2008 sudah dipublish for everyone oleh autor Feri Latief ,  baru sekarang kami  ketemu di net dengan foto-reportage ini tentang Pulau Nias yang benar menarik perhatian dan  semestinya diperkenalkan lebih jauh lagi. Salam dan Terima kasih kepada Sdr. Feri, yang “Matanya dijadikan mata kita“… di Blognya ” Inilah kesaksianku”

Feri Latief:   Nias, jejak  budaya megalit di Nusantara*)

Tari Perang di gerbang desa adat Bawamataluo

*) Sebagian foto-foto yang ada di sini sudah pernah di publish oleh National Geographic Indonesia dan UNESCO.

Kalau di tanah Batak ada kata Horas, maka di Nias ada kata Ya’ahowu. Fungsinya kurang lebih sama sebagai sapaan mengandung kebaikan. Ya’ahowu secara harfiah bisa diartikan: Terberkatilah anda! Di Nias jangan segan-segan untuk menyapa orang yang anda temui dengan sapaan Ya’ahowu, orang yang anda sapa akan menjawab anda dengan antusias. Kata ini jadi kalimat pembuka yang efektif jika seseorang ingin bertanya atau berdialog dengan penduduk Nias.. Disini dapat dibaca terus …. Feri Latief: Nias …

Satu Tanggapan to “Nias, jejak budaya megalit di Nusantara”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: